Pemerintah daerah Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang peduli akan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) dari warganya. Salah satunya adalah para guru di tingkat menengah, yaitu guru-guru SMK dan SMA. Kepedulian pemerintah Provinsi Jawa Timur ini diwujudkan dalam bentuk beasiswa S-2 bagi guru-guru di SMA dan SMK yang bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negri di provinsi jawa timur. Program beasiswa ini dijalankan 3 semester di Universitas Negeri Malang dan 1 semester di luar negeri dengan harapan memperluas pengetahuan kami para guru PNS maupun non PNS yang sudah memiliki NUPTK.
Pada tahun 2015 tepatnya dibulan maret saya mendapat kesempatan untuk menerima beasiswa tersebut dan tahun 2016 saya bersama 19 teman guru kimia dari berbagai daerah di Jatim mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di negeri china. Seperti mimpi rasanya dan tak pernah terlintas sedikitpun saya untuk pergi ke luar negeri apalagi tanpa biaya satu rupiahpun bahkan kami diberi uang sangu atau biaya hidup selama sebulan disana. Perasaan campur aduk saat harus sebulan meninggalkan keluarga, meninggalkan orang-orang yang tersayang demi menjalankan kewajiban yang sudah disepakati diawal penerimaan beasiswa saya. Yang sangat membuat sedih karena saat itu adalah bulan Romadhon dimana dibulan itu banyak aktifitas ibadah yang dilakukan bersama dengan keluarga.
Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan bersama teman-teman di negeri panda itu. Mulai dari kebiasaan hidup disiplin, hidup sehat, sampai kerukunan antar sesama muslim sebagai kaum minoritas di china. kedisiplinan warga china saya temukan dalam banyak hal, seperti saat naik dan turun metro kereta bawah tanah. tanpa ada petugas para penumpang berbaris dijalurnya masing-masing, yaitu dijalur kanan dan kiri bagi penumpang yang naik dan di jalur tengah untuk penumpang yang turun sehingga tidak saya temukan suasana berebut tempat duduk. Keteraturan yang lain juga saya temukan di jalan-jalan, warga dengan teratur memanfaatkan fasilitas angkutan yang disediakan oleh pemerintah selain metro, bus, dan juga sepeda gowes.
Setiap warga mempunyai kartu untuk menggunakan semua fasilitas angkutan yang bisa diisi dengan cara top up sejumlah kebutuhan. Kami para mahasiswa mendapatkan semacam kartu pelajar yang dapat juga kami gunakan untuk menggunakan fasilitas angkutan umum tersebut, juga dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari di supermarket didalam kampus, selain itu juga untuk makan siang. Dari beberapa angkutan umum, yang sangat berkesan untuk saya adalah saat menikmati kereta cepat Mangleev, penasaran bercampur dengan deg-degan karena benar-benar pengalaman pertama buat saya.
Pengalaman lain yang juga tak terlupakan adalah saat mengejar sholat tarawih, sholat jum'at berjama'ah di masjid-masjid besar di kota Nanjing. Terdapat 4 masjid besar di Nanjing, yang sangat ramai oleh kaum muslim di sana saat memasuki waktu sholat jum'at dan sholat tarawih. Pada hari jum'at disekitar masjid banyak pedagang yang menjual makanan halal seperti daging kambing dan sapi juga makanan-makanan yang biasa ditemukan di Arab. Bila hari jum'at tiba, berarti tiba pula saat makan besar. Kami mempunyai tugas memasak bergiliran tiap kamar, dan yang piket dihari jum'at diberikan pada yang pintar memasak olahan makanan dari daging sapi. Masih teringat keramahan para muslim china yang kami temui di masjid-masjid. Mereka mempunyai tradisi buka bersama, sehingga saat melihat kami datang, mereka menjamu kami dengan berbagai makanan khas china yang mereka berikan pada kami serta pada para muslim yang hadir disana secara cuma-cuma. Senang bercampur sedih merasakan ibadah puasa di china walaupun waktu puasa mesti kami tempuh lebih lama dibanding di Indonesia, yaitu sekitar 12 jam an.
Selain megikuti kuliah biokimia di kampus Nanjing Agricultural University, kami juga diajak oleh para voulentier ke beberapa perguruan tinggi lain untuk melihat aktifitas mahasiswa tingkat awal dibidang kimia sebagai pengganti kunjungan ke sekolah setingkat SMA karena siswa SMA pada saat itu sedang ujian. Senang juga dapat berbincang-bincang dengan para mahasiswa baru, yang berbagi pengetahuan tentang sistem pendidikan disana, seperti jumlah siswa perkelas, sistem pembelajaran, dan lain-lain. Kami sempat mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung, dan yang saya amati saat itu adalah pembelajaran diawali dengan penjelasan oleh guru, sementara mahasiswa menyimak penjelasan guru/ dosen sambil mencocokkannya dengan lembar kerja siswa yang dimiliki oleh tiap mahasiswa. Setelah selesai menjelaskan mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan praktikum dengan kelompoknya masing-masing.
Disamping pengalaman menarik yang saya dapatkan disana, namun juga ada pengalaman yang menarik. Seperti sulitnya membeli paket data internet, karena masing-masing warga hanya bisa membeli satu kali paket data selama sebulan, selebihnya hanya bisa mengisi pulsa. Selain itu juga sangat minim nya air di fasilitas-fsilitas kamar kecil. Ya itulah pengalaman yang kami dapatkan disana, namun seindah apapun saya tetap bangga pada negeri saya sendiri, yaitu Tanah air ku Indonesia.




Semoga ilmunya bermanfaat.. dan bisa belajar lebih banyak lagi.Semangaaat.. 💪💪💪😉
BalasHapus