Sabtu, 03 Oktober 2020

SETIAP ANAK ITU ISTIMEWA

Setiap anak itu terlahir dalam keadaan suci tanpa dosa, seperti selembar kertas putih tanpa coretan sedikitpun. Tergantung dari orang tua nya yang mengarahkan dan mau dibawa kemana anak tersebut. Saat si anak mulai tumbuh besar dan mulai sedikit demi sedikit nampak kemampuan anak tersebut dalam berbagai hal, terkadang orang tua mulai cemas dan mengkhawatirkan masa depan anaknya. Sebagai contoh ayah dan ibunya adalah seorang artis, sementara tidak nampak bakat kearah keartisan dari diri si anak..Maka berusahalah kedua orang tua tersebut untuk menumbuhkan bakat yang sama dengan ayah ibunya dengan memasukkannya kesebuah sekolah musik, sekolah tari, atau sekolah yang mengajarkan olah vokal. Demikian juga orang tua yang berprofesi sebagai pengajar Sains baik di sekolah dasar, menengah, Atas atau di perguruan tinggi juga mulai resah melihat putra atau putrinya kurang mampu dalam pelajaran matematika, kimia, fisika atau biologi. Gambaran-gambaran realita yang terjadi dalam kehidupan ini memperlihatkan bahwa bagi sebagian orang merasa anaknya biasa-biasa saja dan tidak mengikuti jejak orang tuanya.

Padahal kita tidak tahu bahwa setiap anak itu mempunyai keistimewaan masing-masing. Sebagai orang tua semestinya mampu menemukan keistimewaan dari putra putrinya yang tidak nampak tersebut. Kemampuan seperti ini sebaiknya dimiliki juga oleh seorang guru sebagai agen pembelajaran di kelas. 

Keaktifan peserta didik dikelas juga ditentukan oleh metode, skenario, dan juga ketersediaannya sumber belajar bagi siswa. Apabila guru hanya memfasilitasi peserta didik dengan kemampuan auditori saja, maka peserta didik lain yang lebih cenderung belajar dengan kemampuan kinestetik kurang dapat belajar atau sebaliknya. Maka sebaiknya guru membuat perencanaan pembelajaran dengan metode, model pembelajaran seta skenario yang beraneka ragam. Dalam hal ini dituntut berinovasi dan kretifitas guru yang sebetulnya bisa didapatkan melalui workshop atau pelatihan-pelatihan yang memberikan wacana dan pengetahuan baru bagi guru untuk mengembangkan kemampuannya.

Sebagai contoh yang saya alami beberapa bulan terakhir ini diawal pandemi covid 19. Saat itu diakhir semester dan saya sedang mengolah nilai menjadi nilai rapor siswa. Untuk membedakan siswa rajin, aktif dan mempunyai minat belajar yang tinggi, saya memberikan tantangan berupa tugas akhir yang boleh dikerjakan oleh siapa saja yang menginginkan nilai tambahan. Saat itu saya memberikan tugas berupa pembuatan video pembelajaran yang dibuat oleh siswa sendiri yang berisikan hubungan covid 19 dengan materi kimia. Waktu yang saya berikan hanya semalam saja dan saya juga memberikan contoh sebuah video sebagai rangsangan bagi siswa yang juga bertema hubungan covid 19 dengan kimia. Diluar dugaan saya, ternyata pada malam hari setelah siang saya launching tugas akhir pada siswa, ada seorang siswa dari kelas A-3 yang mengumpulkan video karyanya yang membuat saya tercengang karena sungguh spektakuler isi serta desain videonya melebihi video yang saya buat.

Siswa tersebut adalah Maria Noveariza dari kelas A-3 pada saat itu. Dia membuat suatu video dengan durasi 5 menit 56 detik yang isinya membuat saya terpukau oleh karyanya yang spektakuler. Maria menyajikan konsep dalam video tersebut dengan dua bahasa yaitu bahasa inggris dan bahasa indonesia. Video tersebut terkesan santai dan bisa dinikmati oleh pemirsanya karena penyampaiannya yang juga santai tetapi padat dan berbobot. Maria membahas tentang alat rapid tes yang digunakan untuk menguji kereaktifan seseorang terhadap virus yang ternyata berisikan cairan yang merupakan larutan buffer dan sedang dipelajari pada semester empat. 

Dari contoh seorang Maria Noveariza kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga bagi kita sebagai guru maupun orang tua bahwa bakat atau kemampuan seorang anak tidak akan muncul dan berkembang bila tidak di eksplor. Dan disinilah tugas kita sebagai guru dan orang tua yang harus mampu membimbing, mengarahkan, serta mendampingi putra putri kita ke gerbang kesuksesannya dimasa depan. Berikut ini video hasil karya dari Maria Novearisa, seorang siswa kelas XI, teapatnya kelas A-3 yang kini telah naik ke kelas A-5 di SMAN 3 Malang.

sumber: https://youtu.be/ybxKLYyQiv8

                                                                  

sumber :  https://youtu.be/0IetWKYInog

                                           



3 komentar:

  1. Terimakasih bu Diah.... Keren bu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ..berkat murid hebat dan keren seperti maria..ayo jangan berhenti berkarya

      Hapus
  2. Sinergi antara guru dan murid yg luar biasa, semoga bisa menginspirasi bagi yg lain. Satu kata buat Bu Diah dan Maria, kereeen.. 👍👍👍😍

    BalasHapus