Saat kita mendengar kata SUPERVISI yang terlintas dibenak kita suatu pekerjaan berat yang akan menyita waktu kita untuk mempersiapkannya. Mulai dari memikirkan model, strategi, dan skenario pembelajarannya. Setelah itu membuat perangkat pembelajaran seperti Rencana Program Pembelajaran (RPP), Lembar kegiatan siswa, lembar penilaian dan sebagainya.Walaupun sebetulnya semua itu memang harus dibuat dan dipersiapkan oleh seorang guru saat disupervisi maupun tidak. Buat sebagian guru perangkat lengkap itu saat disupervisi, dan ini menunjuk pada diri saya sendiri. Memang kenyataannya dilapangan kita sering mengajar tanpa RPP atau keluar dari RPP, namun pembelajaran mengalir begitu saja dengan lancar, materi selesai dan peserta didik juga dapat memahami materi yang kita sampaikan.
Hari rabu tanggal 30 september merupakan hari yang telah ditetapkan oleh kurikulum disekolah sebagai jadwal supervisi oleh kepala sekolah pada pembelajaran saya. Seharusnya semua persiapan seperti perangkat pembelajaran dan materi sudah saya persiapkan sehari sebelum tanggal tersebut. Namun entah mengapa justru seolah-olah pikiran saya sulit sekali dibawa ke pembelajaran yang menarik bagi siswa. Akhirnya saya berfikir dengan kondisi pembelajaran jarak jauh dengan belajar didepan handphone atau laptop yang lama kelamaan membuat peserta didik bosan dengan tugas-tugasnya, maka saya memutuskan mendesain pembelajaran yang ringan yang menghadirkan fenomena-fenomena dalam kehidupan sehari-hari namun materi tetap tersampaikan dan dipahami peserta didik. Saat itu yang terlintas dalam benak saya adalah refreshing, karena dengan kondisi pandemi covid 19 seperti sekarang ini kita sulit pergi rekreasi seperti sebelum-sebelumnya karena kekhawatiran tertular virus yang membahayakan tersebut. Alhamdulillah akhirnya jadi juga konsep model pembelajaran dan skenario pembelajarannya yaitu seolah-olah membawa peserta didik ke suatu tempat wisata yang menarik yang didalamnya terdapat suatu obyek yang menjadi bahan pembahasan dalam materi yang akan dipelajari.
Pada pembelajaran saya, peserta didik saya ajak melihat suatu video yang didalamnya menceritakan perjalanan rekreasi dua orang sahabat seusia pelajar ke suatu goa dengan stalaktit dan stalakmit yang indah. Metode pembelajaran yang saya terapkan dalam pembelajaran saya saat itu adalah discovery learning yakni diawal saya tayangkan video kemudian peserta didik mencermati tayangan tersebut kemudian mencoba menggali konsep pada materi yang sedang dipelajari yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan. Alhamdulillah diluar dugaan ternyata pembelajaran saya menyenangkan dan meeting room serasa hidup, peserta didik antusias sekali mengikuti pembelajaran dan sangat aktif. Masing-masing peserta didik berebut untuk menjawab pertanyaan dan mencoba menyampaikan konsep yang mereka dapatkan dari tayangan video tadi.
Supervisi sudah berjalan lama dan sudah menjadi agenda rutin disekolah kami dengan jadwal yang disusun oleh kurikulum disetiap semester dan semua guru mendapat giliran untuk menjalankannya. Namun supervisi kali ini sangat berbeda bagi saya, karena pelaksanaannya tidak di ruangan kelas dengan bertatap muka langsung dengan peserta didik seperti biasanya. Pembelajaran mesti saya lakukan di dalam suatu meeting room secara Daring, yang tidak ada aktifitas gerak peserta didik. Namun demikian saya tetap berusaha mensetting pikiran saya seolah-olah saya mengajar dikelas dengan bertatap muka langsung dengan peserta didik.Diawal pembelajaran, saya menginfokan pada peserta didik bahwa pembelajaran kami mendapatkan tamu special yaitu ibu kepala sekolah. Dan ibu kepala sekolah juga saya persilahkan untuk memberi sepatah dua kata yang bisa mensupport siswa.
Perbedaan supervisi yang saya jalankan kali ini, selain pembelajaran dijalankan melalui meeting room secara daring menggunakan aplikasi Zoom, istimewanya lagi adalah nilai serta penghargaan yang diberikan oleh ibu kepala sekolah pada saya dan murid-murid. Satu kata yang sangat membakar semangat saya, yakni kata-kata " MANTUL BU" yang diberikan dibawah 8 lembar catatan dari beliau yang diberikan setelah selesai pembelajaran. Seolah semangat saya muncul kembali setelah beberapa bulan ini menjalankan pembelajaran jarak jauh yang lama kelamaan membuat saya bosan dan tidak bersemangat walaupun setiap kali diakhir pemberikan arahan tentang teknis pembelajaran pada peserta didik selalu saya sisipkan kata-kata " tetap semangat anak-anak". Tidak berhenti pada saya saja, namun saya juga ingin berbagi kebahagiaan dan juga melihat respon dari murid-murid tentang reward yang sudah diberikan oleh ibu kepala sekolah pada pembelajaran kami. Reaksi yang sama dari para murid, mayoritas menjawab " alhamdulillah bu, terimakasih bu" sebagai wujud kebahagiaan mereka.
Dari sini saya menyimpulkan betapa dahsyatnya sebuah reward yang diberikan oleh seorang pimpinan bagi anak buahnya, hal ini dapat saya rasakan sendiri. Seolah-olah pujian yang saya dapatkan menjadi pil dopping yang menghidupkan kembali semangat saya untuk mendesain pembelajaran yang menarik bagi peserta didik walaupun belajar jarak jauh sebagai akibat dari pandemi covid 19 dan kembali berkarya. Hal ini juga berlaku bagi kita seorang guru yang juga menjadi pimpinan di kelas dalam pembelajaran kita. Sering-seringlah memberikan reward bagi siswa yang sudah berusaha aktif, walaupun hanya berupa pujian atau tepuk tangan. Memang seolah hal yang sepele dan sederhana sekali tetapi efeknya sangat luar biasa. Gambar-gambar berupa foto pembelajaran dan juga video berikut merupakan dokumentasi dari supervisi yang bukan supervisi biasa bagi saya. Berikut catatan dan penilaian dari kepala sekolah untuk saya yang disampaikan sesaat setelah pembelajaran selesai.



Jangan pernah lelah untuk berkarya dan berbakti untuk perbaikan mutu pendidikan di Negeri tercinta ini
BalasHapusSiap BU.....InsyaAllah
HapusTerimakasih Supportnya Bu Asri...
Meskipun dalam masa pandemi dg segala keterbatasan.. tp semangatnya tetap menyala seperti api tak kunjung padam.Luarrr biasa 👍
BalasHapus